5 Strategi Pemasaran Unik Ini Bakalan Bikin Generasi Z Penasaran!

Sifatnya yang dinamis dan sangat aktif bersosialisasi di ranah maya, membuat para pelaku bisnis harus mulai mempersiapkan strategi pemasaran khusus untuk menjangkau generasi termuda ini.

Setiap era pasti melahirkan generasi dengan karakter yang berbeda-beda, dan yang sedang ramai dibicarakan saat ini adalah kalangan “Generasi Z“.

Yups, yang disebut dengan generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1995-2010. Karena terlahir di era serba teknologi, tidak heran jika generasi Z sangat familiar dengan gadget dan internet. Sifatnya yang dinamis dan sangat aktif bersosialisasi di ranah maya, membuat para pelaku bisnis harus mulai mempersiapkan strategi pemasaran khusus untuk menjangkau generasi termuda ini.

Berbeda dari generasi sebelumnya yang terbiasa dengan promosi atau iklan berupa teks banner besar di pinggiran jalan, kalangan Generasi Z justru sudah mulai tak melirik strategi pemasaran seperti itu. Sebuah penelitian menyebutkan 74% generasi Z menghabiskan waktu mereka untuk beraktivitas di dunia maya, bahkan 25% diantaranya bisa melakukan aktivitas online sampai lebih dari 5 jam.

Nah, biar bisa bikin kalangan generasi Z penasaran dengan strategi pemasaran yang bakal kamu jalankan, setidaknya pahami terlebih dahulu 5 kebiasaan generasi Z agar strategi pemasaran yang kamu pilih tak sampai salah langkah.

Satu: 73% gen Z lebih senang chatting dan melihat konten visual berupa gambar dan video.

Meski gen Z lebih tertarik dengan konten visual seperti gambar dan video, tapi kebiasaan mengirim pesan lewat chatting masih jadi cara ampuh bagi gen Z untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tak heran kalau sekarang ini gen Z paling senang menggunakan instagram untuk bersosialisasi karena banyak konten foto dan video yang bisa mereka jadikan inspirasi. Buat kamu yang sedang merintis bisnis, cara promosi di instagram bisa mulai kamu lirik untuk memancing rasa penasaran gen Z. Kalau foto atau video yang kamu posting menarik, mereka tak sungkan-sungkan untuk segera menghubungimu lewat chatting untuk melakukan pemesanan.

Dua: Uniknya, gen Z termasuk salah satu customer loyal jika mereka merasa puas dengan sebuah produk.

Karakternya yang dinamis dan aktif ternyata cukup menguntungkan penjual jika berkolaborasi dengan gen Z. Sebab, hampir sebagian besar gen Z termasuk konsumen yang loyal pada sebuah merk produk. Apalagi jika mereka mendapatkan kepuasan dari brand tersebut, bahkan tanpa dimintapun mereka akan memberikan review positif untuk sebuah produk. Kamu bisa menggandeng salah satu pelanggan dari Gen Z sebagai influencer yang bisa mempengaruhi kelompoknya untuk memilih produkmu.

 Tiga: Gen Z cenderung malas mengakses website yang tidak mobile friendly.

Bisa dibilang gen Z memang familiar dengan teknologi yang serba cepat dan canggih, bahkan mereka tidak kesulitan dalam mengakses teknologi terbaru. Inilah yang membuat mereka malas mengakses website yang sulit dinavigasi, apalagi yang tidak mobile friendly dan sangat lambat untuk diakses. So, pastikan website toko online yang kamu punya sudah diseting mobile friendly agar kalangan konsumen gen Z bisa nyaman mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang produkmu.

Empat: Walaupun bersahabat dengan teknologi, gen Z sangat peduli dengan aksi charity

Memberikan dampak positif pada dunia jadi sorotan gen Z saat ini, membuat program promosi berbagi charity (amal) bisa kamu lakukan untuk menggaet konsumen dari kalangan ini. Buatkan kampanye di instagram yang tidak hanya bisa memberikan keuntungan bagi bisnismu tapi juga menyisihkan sebagian keuntungan yang didapat untuk berbagi dengan sesama. Contohnya seperti 2,5 % dari harga produk dikhususkan untuk sedekah.

Lima: Sebelum melakukan pembelian, Gen Z tak sungkan mencari tahu kredibilitas si penjual

Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Gen Z bukanlah konsumen yang mudah percaya dengan satu promosi. Biasanya mereka tidak sungkan mencari tahu kredibilitas si penjual, sebelum mereka akhirnya melakukan transaksi pembelian. Nah, untuk memudahkan Gen Z berkomunikasi dengan penjual, tidak ada salahnya kalau kamu mengaktifkan chat commerce di website toko onlinemu, atau bisa juga menggunakan coment atau DM yang ada di sosial media untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan gen Z.

Karakter Gen Z yang dinamis agaknya memberikan dampak baik dan buruk bagi para penjual. Kalau Gen Z merasa puas dengan produk yang kamu jual, mereka tidak akan sungkan membantumu promosi secara gratis dengan membagikan review positif ke sosial media. Tapi jangan sampai mereka kecewa, karena pengalaman buruk yang mereka terima juga bisa jadi bomerang bagi toko online yang kamu besarkan. Karena mereka juga akan membagikan kekecewaannya di sosial media.

Semoga bermanfaat dan salam sukses!

Article Source: https://bisnisukm.com/5-strategi-pemasaran-unik-ini-bakalan-bikin-generasi-z-penasaran.html

Redaksi BisnisUKM 

Share this:

Comments

comments