Tips Email Marketing yang Sukses

Data dari Venture Beat mengatakan bahwa di dunia digital marketing, email marketing adalah channel yang memberikan hasil return on investment terbesar. Bahkan menurut data Smart Insight dalam industry e-commerce yang menurut riset mempunyai nilai rata-rata click-through-rate (seberapa banyak orang yang mengklik link di email) sebesar 2,32%, mengeksekusi email marketing dengan baik akan bernilai sampai ratusan juta rupiah tiap emailnya. Dari praktik dan pengalaman industri, sebenarnya bagaimana email marketing yang efektif? Berikut adalah tips email marketing yang telah kami susun untuk kamu Sobat Studentpreneur:

Tentukan tujuanmu mengirim email
Sebelum membuat dan mengirim email, kamu harus menentukan dulu tujuanmu. Karena jenis bisnis yang berbeda-beda, tujuan dari email marketing tentu berbeda-beda. Berikut adalah beberapa contoh tujuan mengirim email marketing yang ada di industri:

Mendapatkan pengunjung website
Website seperti Buzzfeed, Detik, Kompas, dan yang bertipe media biasanya mengirim email marketing untuk menambah pengunjung website mereka. Bagi media, semakin banyak pengunjung di website mereka, semakin besar penghasilan mereka dari iklan.

Mendapatkan pembeli baru
Bisnis seperti e-ecommerce menggunakan email marketing untuk meyakinkan subscriber mereka untuk menjadi pembeli. Dalam kasus bisnis e-commerce yang besar, email marketing bisa menghasilkan uang yang sangat besar. Apabila mereka punya 1 juta subscriber saja, dengan click-through-rate 2,32%, artinya ada 23200 orang yang mengklik masuk ke daftar akan belanja. Apabila hanya 10% yang akhirnya belanja, masih ada 2320 orang yang belanja. Kalau tiap orang belanja 100 ribu rupiah, maka dalam tiap email, perusahaan e-commerce akan menghasilkan 232.000.000 rupiah!

Menjangkau pembeli lama untuk menjadi repeat buyer
Mirip dengan tujuan sebelumnya, email marketing juga bisa untuk menjangkau pelanggan yang dulu membeli dari kamu. Peluang pelanggan menjadi repeat buyer bisa menjadi lebih besar dengan email marketing yang baik.

Memberikan informasi atau mengundang event
Kamu juga bisa menggunakan email marketing untuk mengirimkan informasi soal produk atau fitur baru, serta mengirim undangan event yang akan kamu adakan.

Bangun Email List kamu
Setelah menentukan tujuan, kamu bisa mulai membangun email list kamu, daftar orang-orang yang akan kamu kirimi email. Secara umum, teknik untuk membangun email list ada dua, membeli dari orang atau bangun sendiri dari awal. Tiap teknik mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Berikut ulasannya:

Membeli email list dari orang lain

  • Keunggulan
    – Cepat untuk dieksekusi. Setelah membeli email list, kamu bisa dengan segera mengirimkan email.
    – Biayanya kadang bisa lebih murah daripada membangun sendiri dari awal.
  • Kelemahan
    – Kita tidak tahu apakah daftar email tersebut berkualitas atau tidak. Bisa saja banyak email palsu dari daftar tersebut.
    – Engagement dari audiens biasanya jadi lebih lemah, karena mereka tidak pernah mengenal ke bisnis kita.

Membangun sendiri dari awal

  • Keunggulan
    – Daftar email yang sangat berkualitas. Karena pelanggan sendiri yang memasukkan email mereka, jarang sekali ada email yang palsu.
    – Engagement dari audiens jauh lebih kuat, karena mereka dengan sukarela ingin masuk ke daftar email kita.
  • Kelemahan
    – Butuh waktu lama untuk mengumpulkan daftar email. Membangun daftar sendiri butuh kesabaran, bisa sampai berbulan-bulan.
    – Karena membutuhkan waktu berbulan-bulan dan konten berkualitas agar mendapatkan subscriber, biasanya biaya yang keluar akan lebih mahal.

Rekomendasi dari Studentpreneur
Menurut kami, membangun daftar email sendiri dari awal meskipun lebih lama dan mahal, akan memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik daripada membeli dari orang lain. Namun sekali lagi, tiap bisnis bisa berbeda, sehingga kamu harus mempertimbangkan kedua opsi tersebut.

Buat kampanye pertama
Kalau kamu sudah menentukan tujuan mengirim email marketing dan mempunyai daftar email yang bagus, kamu sudah bisa memulai membuat kampanye email pertamamu. Berikut adalah beberapa tips email marketing untuk kampanye pertamamu:

Pastikan kampanye sesuai dengan subscriber kamu
Terdengar sederhana, namun poin ini sangat penting untuk membuat email marketing yang efektif. Perusahaan yang berhasil mengirim email marketing yang sukses biasanya mengelompokkan subscriber mereka ke demografis yang tepat. Paling mudah, membagi subscriber berdasarkan kategori pembelian mereka. Misalnya, mengelompokkan subscriber menjadi cold leads, hot leads, dan existing buyer. Kampanye untuk cold leads akan lebih kepada mengenalkan perusahaan, untuk hot leads lebih ke meyakinkan agar mereka mau membeli ke kita, dan untuk existing buyer kita bisa mengirim email promosi pembelian diskon misalnya. Mengelompokkan subscriber sesuai gender dan usia juga populer digunakan, karena cara menjangkau tiap demografis bisa sangat berbeda.

Mudahkan subscriber email untuk menjadi pembeli
Jangan pernah lupa menyertakan tombol atau link call-to-action dalam tiap email marketing kamu. Salah satu parameter kesuksesan email marketing paling penting adalah click-through-rate yang dihitung dari berapa persen orang mengklik tombol atau link dalam email. Oleh karena itu, mempermudah orang menemukan link dan tombol dalam email sangatlah penting. Apabila subscriber tidak mengklik, mereka tidak akan pernah jadi pembeli kamu kan?

Ukur hasilnya
Langkah terakhir dalam tips email marketing ini adalah mengukur hasil dari kampanye kamu. Dengan menggunakan Google Analytics atau apapun alat analytics yang kamu pakai, minimal kamu harus bisa mengukur:

Open rate
Open rate adalah berapa persen orang dari daftar subscriber yang membuka email kamu. Tiap industri mempunyai standard yang berbeda-beda. Dalam study case kita di industri e-commerce, rata-rata open rate sebesar 16,75%. Artinya, tiap 10000 orang yang kita kirimi email, ada 1675 orang yang akan membuka email kita.

Click-through-rate
Angka click-through-rate mengukur berapa persen orang yang mengklik link atau tombol di email tersebut. Dalam e-commerce, nilai rata-ratanya sebesar 2,32%. Kamu bisa dibilang mengirim email marketing yang sukses kalau berhasil mendapatkan angka click-through-rate lebih besar dari nilai industrimu.

 

Oleh: Dior Asning Kosyu
Article Source: https://studentpreneur.co/blog/tips-email-marketing-yang-sukses/

Share this:

Comments

comments