Selain Batik, Ini 8 Kain Tradisional Indonesia yang Akan Buatmu Makin Bangga dengan Negeri Ini

Dengan ratusan suku bangsa yang ada di Indonesia, tentunya negeri ini memiliki kebudayaan yang beragam.

Mulai dari adat istiadat, kebiasaan, kuliner, bahkan hingga kain tradisional.

Kain batik misalnya, kain ini bahkan sudah dikenal hingga mancanegara karena keunikan yang dimilikinya.

Bahkan pada 2009, UNESCO menobatkan kain batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Berbagai pakaian dengan bahan dasar kain batik pun kini telah mulai menjadi tren di industri fashion Indonesia.

Selain kain batik, inilah delapan kain tradisional khas Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri.
1. Songket


Songket merupakan jenis kain tenun tradisional yang berasal dari Melayu dan Minangkabau, sehingga tak heran jika songket banyak ditemukan di wilayah Sumatra.

Dengan proses yang masih tradisional, kain songket dibuat dengan benang emas dan perak.

Beberapa jenis songket di antaranya songket Minangkabau, songket Jambi, dan songket Palembang.

2. Tenun


Tenun merupakan jenis kain yang dibuat dengan cara menggabungkan benang secara memanjang dan melintang.

Dengan menggunakan alat tenun yang masih sangat sederhana, proses pembuatan tenun dapat memakan waktu satu minggu hingga berbulan-bulan, tergantung dari ukuran kain yang hendak dibuat.

Tenun asli Indonesia menjadi favorit karena motif dan warnanya yang cantik, di antaranya tenun ikat Timor, tenun ikan Troso, tenun ikat Lombok, tenun ikat Sumbawa, dan sebagainya.

3. Ulos


Kain asal Batak ini, umumnya didominasi dengan warna merah, hitam dan perak, dengan corak tambahan dari benang warna emas dan perak.

Pada awalnya ulos hanya dibuat dalam bentuk sarung dan selendang, namun saat ini dapat dijumpai ulos dalam bentuk tas, ikat pinggang, dompet, dasi, dan sebagainya.

4. Lurik


Lurik merupakan kain dengan motif bergaris yang menjadi pakaian khas warga pedesaan di kalangan suku bangsa Jawa.

Dengan bahan katun, lurik memiliki warna yang beragam, namun umumnya memiliki warna yang cerah.

Di Jawa Tengah, kain lurik satu di antaranya diproduksi di daerah Pedan, Klaten, Jawa Tengah.

5. Gringsing


Berasal dari Desa Tenganan, Bali, kain gringsing merupakan satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibuat menggunakan teknik teknik dobel ikat.

Dengan proses yang masih sangat tradisional, pembuatan kain gringsing dapat memakan waktu hingga 2 tahun.
Mulai dari proses pewarnaan benang hingga merangkai benang hingga menjadi kain.

6. Sasirangan


Kain sasirangan merupakan kain tradisional Indonesia yang berasal dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan.

Kain yang memiliki 16 motif ini dibuat melalui proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali atau benang.

7. Tapis


Merupakan kain tradisional khas Lampung, kain tapis merupakan pakaian tradisional wanita yang dihiasi motif dari benang perak dan benang emas dengan sistem sulam.

Sementara itu, kain katun yang menjadi dasar motif terbuat dari benang katun yang berasal dari kapas.

8. Besurek


Kain besurek merupakan kain batik khas Bengkulu dengan motif kaligrafi Arab.

Selain motif kaligrafi, kain besurek memiliki beberapa motif lain yaitu motif rafflesia, motif burung, motif relung kaku, dan motif rembulan.

Meskipun begitu, saat ini motif kaligrafi sudah jarang ditemukan, melainkan diganti dengan motif yang berupa hiasan mirip huruf Arab.

 

Tribun Travel/Sinta Agustina
Article Source: http://travel.tribunnews.com/2017/01/15/selain-batik-ini-8-kain-tradisional-indonesia-yang-akan-buatmu-makin-bangga-dengan-negeri-ini?page=all

Share this:

Comments

comments